9 Juta Alasan, Tokoh Parpol Beberkan Tutorial Berkarir di Politik di Era Teknologi Sekarang
JURNALIS BERITA KOTA, BANDARLAMPUNG – Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDIP Lesty Putri Utami memberikan wejangan berupa motivasi dan semangat kepada mahasiswa mengenai cara berkarir di bidang politik di era teknologi sekarang.

Lesty menyampaikan dengan gamblang yaitu salah satunya dengan memaksimalkan literasi dan pengalaman, hal itu dijelaskannya saat Diskusi Pendidikan Politik bertema 9 Juta Alasan yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (BEM FISIP Unila) berkolaborasi dengan Turun Dapil, diskusi di adakan di GSG Universitas Lampung, Minggu (02/06/24).

Dalam kesempayan itu, Lesty menyampaikan kepada mahasiswa untuk menikmati proses daripada hanya berfokus pada hasil yang didapatkan.
“Memang saat ini kita dimudahkan dengan teknologi dan banyaknya jaringan, akan tetapi jangan hanya melihat hasil yang didapatkan, tetapi juga bagaimana kita melewati prosesnya,” ujarnya.
“Jadi kawan-kawan semua yang akan melewati proses ini (dalam partai politik, red), harus memaksimalkan literasi dan pengalaman, apalagi peserta diskusi pendidikan politik saya yakin adalah peserta aktif di organisasi,” tambah Lesty.

Ketua BEM Fisip Unila, Delpero Darmawan, melalui Staf Dinas Advokasi BEM Fisip Unila, Adib Al Hafiz, menyampaikan bahwa diskusi bertema “9 Juta Alasan” ini merupakan kolaborasi antara BEM Fisip Unila dan Turun Dapil.
“Diskusi Pendidikan Politik bertema ‘9 Juta Alasan’ menghadirkan 8 partai politik yang memenangkan pemilihan legislatif dari pemilu 2024, yaitu PKB, PDI-P, Demokrat, PAN, Golkar, PKS, dan Nasdem,” jelas Adib Al Hafiz yang juga merupakan Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Lebih rinci, Adib menjelaskan bahwa Diskusi Pendidikan Politik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa, kaum milenial, dan masyarakat umum.
“Karena pada dasarnya, kehidupan sehari-hari kita berkaitan dengan politik,” tegas Adib
Adib juga menyampaikan bahwa peserta diskusi ini berasal dari berbagai kalangan elemen masyarakat.
“Peserta diskusi pendidikan politik berasal dari berbagai elemen, termasuk siswa, masyarakat umum, dan mahasiswa,” ucap Adib.
Sebagai Ketua Pelaksana, Adib berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya politik dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam kehidupan sehari-hari, ada peran politik yang menyangkut atau turut andil dalam kehidupan kita sebagai manusia,” Tutup Adib.(**)
