25 September 2026

Jurnalis Berita Kota

Aktual dan Terpercaya

Diagnosa Keliru dan Lalai Pantauan : Pelayanan Puskesmas Cempaka Lampura Diduga Bahayakan Nyawa Pasien  

JBK, LAMPUNG UTARA – Dugaan kelalaian fatal dan ketidakprofesionalan pelayanan kembali menodai pengelolaan Puskesmas Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya Lampura. Kasus ini menimpa Najwa (8 tahun), warga Desa Negara Agung, yang sempat dirawat inap selama tiga hari di puskesmas tersebut, dinyatakan sembuh, namun nyatanya menderita penyakit usus buntu yang sudah bernanah dan membutuhkan penanganan operasi darurat.

Kasus ini mengungkap celah serius pada standar pelayanan dan keselamatan pasien yang seharusnya menjadi prioritas utama fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Berdasarkan keterangan orang tua pasien, Agus Darwis, anaknya menjalani rawat inap di Puskesmas Cempaka selama tiga hari. Selama masa perawatan itu, tidak pernah ada kunjungan maupun pemeriksaan langsung dari dokter umum. Pihak keluarga hanya melihat anaknya diberi cairan infus dan obat-obatan, tanpa pernah mendapatkan penjelasan jelas mengenai diagnosa penyakit yang sebenarnya diderita.

“Pihak puskesmas hanya menyebutkan anak saya sakit biasa, lalu dinyatakan sudah sembuh dan boleh pulang. Padahal seharusnya mereka tahu dengan pasti apa sakitnya. Kalau sejak awal diketahui itu usus buntu, pasti sudah kami bawa ke rumah sakit lebih cepat,” tegas Agus dengan nada kecewa mendalam, Sabtu (18/07/2026).

Baru sehari setelah dipulangkan, kondisi Najwa justru makin memburuk dan masih mengeluh sakit hebat. Keluarga kemudian membawa anaknya ke Klinik Bram di kawasan Prokimal. Hasil pemeriksaan di sana mengagetkan: Najwa menderita radang usus buntu yang sudah bernanah dan masuk kategori kondisi darurat, sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Anak saya dirawat sejak malam Jumat (10/7) sampai Minggu sore selama tiga hari dan tidak pernah ada kunjungan dokter dan dinyatakan sehat namun saat di RS Handayani rupanya usus buntunya sudah darurat jadi tolonglah jangan maen – maen dengan nyawa orang” tegas Agus.

Bahkan dokter di RSUD Handayani Kotabumi yang menangani lebih lanjut pun mengaku heran atas keterlambatan penanganan kasus ini. Najwa akhirnya harus menjalani prosedur operasi segera untuk menyelamatkan nyawanya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Puskesmas Cempaka, Ria Abkonita, membantah adanya kesalahan dari pihaknya. Ia beralasan penanganan yang dilakukan sudah disesuaikan dengan gejala yang tampak dan perjalanan penyakit yang berkembang, serta mengacu pada penjelasan tenaga medis yang merawat.

Penjelasan ini dinilai belum memuaskan dan justru memicu pertanyaan lebih besar terkait standar prosedur operasional (SPO) pemeriksaan, diagnosa, serta pemantauan pasien rawat inap sudah dijalankan dengan benar dan mengapa pasien dengan gejala berisiko dinyatakan sembuh tanpa pemeriksaan tuntas dokter?

Kasus ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya pelayanan kesehatan yang tidak profesional. Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini. Pihak pengelola Puskesmas Cempaka pun diminta segera memperbaiki sistem pelayanan, menjamin ketersediaan dan kewajiban pemeriksaan dokter, serta memegang teguh prinsip utama: keselamatan dan nyawa pasien tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian maupun ketidaktelitian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara terkait tindak lanjut atas kasus ini.(Tim)

Copyright | Jurnalis Berita Kota © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.