Gelar Bimtek dan Launching Kurikulum Anti Narkoba, BNNK: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
JBK, LAMPUNG SELATAN — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) serasi berjaya sinari sekolah bagi SMKN 1 Kalianda. Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNK Lampung Selatan tersebut diikuti oleh tiga orang guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMKN 1 Kalianda, yang berlangsung di Klinik Pratama BNNK Lampung Selatan dan launching integrasi kurikulum anti narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kalianda. Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M. Turut hadir Katim Rehabilitasi Ferdiansyah, S.H., M.H., bersama Tim Rehabilitasi BNNK Lampung Selatan.
Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan mengatakan. Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya BNNK Lampung Selatan dalam meningkatkan kapasitas guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengenali, mencegah, dan menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut AKBP Rahmad Hidayat menuturkan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam memberikan pendampingan kepada siswa.
“Sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ucap Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat.
Selain itu jelasnya menegaskan. BNNK Lampung Selatan terus mendorong sinergi dengan satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.
“Khususnya di kalangan pelajar. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.
Sementara itu saat launching kurikulum anti Narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, menyampaikan. Mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, serta keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat menjerumuskan kepada penyalahgunaan narkoba.
Dalam pada itu sebut AKBP Rahmad menambahkan. Dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif yang melibatkan para siswa, di antaranya Drama “Aku Berani Berkata TIDAK”, Senam Anti Narkoba, serta Lomba Poster sebagai wadah bagi siswa untuk menuangkan kreativitas.
“Hal-hal seperti ini sekaligus untuk menyampaikan pesan-pesan positif tentang bahaya narkoba kepada Generasi muda penerus Bangsa,” pungkasnya. (**)
