Petugas Kebersihan Wisata Labju Ungkap Aliran Uang dan Keluhkan Tak Dibayar
JBK, PESISIR BARAT – Kabupaten Pesisir Barat sedang tidak baik-baik, di tengah ekonomi yang tidak menentu banyak ibu rumah tangga beralih menjadi Kepala rumah tangga. Demi mencukupi biaya kebutuhan hidup.
Terlihat seorang ibu-ibu duduk di pojok rest area wisata Labuhan Jukung, sembari memegang gagang sapu. Rabu, 15 April 2026.
Terlihat keringat menetes dari wajah, karena baru selesai menyapu area wisata yang terkenal di Negeri Sai Batin dan Para Ulama.
Awak media mendekati ibu tersebut karena ingin mencari tahu apa yang sedang dialaminya. Karena tidak terlihat aura ceria seperti hari biasanya tidak tampak.
Sebut saja ibu itu Mawar, dia bercerita sedang tidak memegang uang. Karena gaji petugas kebersihan dua bulan tidak dibayar.
Dari situlah, rasa ingin tahu pewarta menggebu-gebu dan menggali lebih dalam. Kenapa belum di gaji?. Kemana gaji mereka?. Siapa yang menahan gaji merek?. Siapa aktor dibalik yang mengendalikan uang masuk wisata Labuhan Jukung?.
Uang hasil biaya masuk hari-hari penting maksimal mencapai sekitar 50 juta kemana, dan di setor ke siapa, benarkah sebanyak itu di setor ke Dinas terkait.
Ibu Mawar bercerita di hari lebaran mereka dapet waktu lembur sepuluh orang kerja sepuluh hari, dengan upah setara satu bulan yaitu Rp500 ribu.
“Kami ini orang sepuluh, kalau lembur di janjikan dapet 500 ribu setara kerja satu bulan, tapi gak di bayar sampe mau dua bulan,”katanya.
Menurut keterangan ibu M, uang gaji mereka di pegang oleh seorang pria inisial DK. Yang merupakan orang kepercayaan Dang X. Mereka sudah berupaya menemui kepala Dinas DisporaPar Rena Novasari tidak pernah bertemu.
“Dibilang staf nya gak ada terus ibu itu, kami mau ketemu Dang X gak di bolehin terus,”katanya.
Menurut informasi teman-teman yang mengelola, uang hasil biaya masuk wisata Labuhan Jukung, kerap dikelola oleh Dang X.
Ibu-ibu yang bekerja kini terkatung-katung menunggu kepastian uang kewajiban mereka dibayar.
“Kami sudah kerja, melaksanakan tugas dan kewajiban dan kini kami menagih hak kami kemana,”katanya.
Masyarakat Pesisir Barat kini meminta transparansi hasil uang retribusi dan uang masuk Wisata Labuhan Jukung. Kemana dan berapa di setorkan ke Dinas Terkait.
Jangan sampai jadi bancakan oleh segelintir orang. uang yang seharusnya untuk memperbaiki fasilitas wisata agar tambar maju dan keren. Dengan di cetak warna Hijau semua.
Hingga berita ini di turunkan media sedang berupaya meminta hak jawab DisporaPar.(Red)
